Obesitas & Cara Mencegah Sekaligus

Obesitas merupakan akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko terhadap kesehatan (WHO, 2014). Obesitas merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara masukan dan keluaran energi dalam waktu lama.

 

tiologi obesitas bersifat multifaktorial, namun penyebab dasarnya adalah ketidakseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan yang dikeluarkan. Ketidakseimbangan ini menyebabkan terjadinya penimbunan kelebihan energi di sel adiposit sehingga sel tersebut mengalami hipertrofi dan hiperplasia. Bertambahnya massa lemak tubuh berdampak pada bertambahnya ukuran sel adiposit (hipertrofi) dan bertambahnya jumlah sel lemak (hiperplasia) yang berhubungan dengan disfungsi adiposit intraselular terutama stress pada retikulum endoplasma dan mitokondria. Hal ini menyebabkan diproduksinya sel adiposit abnormal, asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), dan penanda inflamasi. Makin berat disfungsi adiposit yang terjadi, makin nyata manifestasi klinis dan komorbiditas obesitas (Kumar dan Kelly, 2016). Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi (energy expenditures), sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Kelebihan energi tersebut dapat disebabkan oleh asupan energi yang tinggi atau keluaran energi yang rendah (Stolzman dan Bement, 2012). Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan, sedangkan keluaran energi rendah disebabkan oleh rendahnya metabolisme tubuh, aktivitas fisis, dan efek termogenesis makanan yang ditentukan oleh komposisi makanan. Lemak memberikan efek termogenesis lebih rendah (3% dari total energi yang dihasilkan lemak) dibandingkan karbohidrat (6-7% dari total energi yang dihasilkan karbohidrat) dan protein (25% dari total energi yang dihasilkan protein)

 Tatalaksana obesitas bersifat komprehensif mencakup penanganan obesitas dan dampak yang terjadi. Prinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi dan mencakup pengaturan diet, peningkatan aktivitas fisik, merubah pola hidup, dan keterlibatan keluarga dalam proses terapi 

Prinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang sesuai dengan Recommended Daily allowance (RDA). Kalori yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan normal. Pengurangan kalori berkisar 200-500 kalori sehari dengan target penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. Penurunan berat badan ditargetkan sampai mencapai kira-kira 10% di atas berat badan ideal atau cukup dipertahankan agar tidak bertambah, karena pertumbuhan linier masih berlangsung